Kevin Anggara - Digital Storyteller: Nonton dan Nulis

Sunday, April 20, 2014

Nonton dan Nulis

Saya nggak akan memulai postingan ini dengan kalimat klise seperti, "Udah lama nggak nge-blog nih, blog udah banyak sarang laba-labanya dan ada debu di mana-mana. Dll, dll, dll." Kalimat sebelum ini hanya contoh. 

Seminggu terakhir, saya menikmati liburan sekolah karena kakak-kakak kelas sedang melaksanakan UN. Saya mengisi liburan dengan maraton nonton film. Dari komedi, romance, sampe action. Banyak film-film menarik yang udah lama ada, tapi baru saya tonton di tahun 2014 ini. Seperti My Sassy Girl (2001) dan 3 Idiots (2009). Demi mie susu, dua film itu wajib banget buat ditonton. Selain jalan ceritanya menarik, twist pada endingnya juga nendang banget.

Selain sibuk nonton, saya juga nggak lupa buat nulis. Nulis postingan di blog, nulis tweet di twitter, dan nulis cerpen. Iya, cerpen. Saya belum pernah nulis cerpen sebelumnya, jadi, sebut aja latihan nulis cerpen. Berawal dari salah satu temen saya, Adi, yang nulis cerpen di notes facebook, saya yang baru bangun langsung nulis saat itu juga di handphone.

Cerpen bukan sembarang cerpen, karena cerpennya harus mengandung tiga kata ini: badan panas, kucing hitam, dan wewe gombel. Seperti "Strategi Tiga Kata" yang saya baca di buku Creative Writing. Biar nggak kelamaan, silakan dibaca cerpennya:

Aku terbangun di malam hari yang sangat dingin. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Ini waktunya aku mengunjungi Nina. Aku biasa mengunjunginya di taman depan sekolah yang sudah lama tutup. Kabarnya, sekolah itu terbakar karena ledakan dari kompor di kantin. Sekolah itu tutup dan tidak pernah dibangun ulang. Dari luar, tampak seperti sekolah hantu dengan wewe gombel sebagai penjaga gerbangnya. Angker. Bangunan-bangunan yang sudah tua dan bekas terbakar itu sering menjadi tempat bermainku dan Nina dulu. 

***

4 tahun lalu, aku dan Nina sering bermain di mana saja. Di halaman rumah orang, di sekolah, maupun di jalan raya. Tapi yang favorit, jelas di sekolah itu. Sekolah itu memiliki lapangan yang sangat luas. Lantainya tidak terlalu rata karena jarang dicor. Di setiap retakan di lantai itu, tumbuh lumut-lumut liar yang membuat lapangan jadi licin.

Di depan sekolah, ada taman yang sering menjadi tempat orang-orang menghabiskan malam minggunya. Kadang, aku dan Nina suka melewati pasangan muda-mudi yang sedang asyik duduk sambil menatap bintang. Atau, kami juga pernah menaiki bangkunya dan berhasil membuat mereka pergi. Itu lucu sekali. Mereka bahkan tidak berani pada aku dan Nina.

Taman ini tidak begitu luas. Ada kolam besar di tengahnya yang menjadi pusat taman. Di sekeliling kolam buatan itu, terdapat sekitar 10 bangku kayu yang muat untuk dua orang. Arah jam 3 dari pintu masuk taman, ada hamparan rumput hijau yang biasa dipakai orang untuk piknik.

Tengah malam nanti, aku berjanji untuk bermain dengan Nina di sekolah. Aku mengiyakannya walaupun badanku sekarang sedang lemas. Badanku panas mungkin?

Aku tertidur sampai pukul 3 pagi. Sial. Badanku sudah agak mendingan, tapi bagaimana dengan Nina? Sepertinya dia marah padaku.

Aku berlari dengan cepat menuju sekolah. Berharap Nina masih ada untuk menungguku. Sekitar 50 meter sebelum sampai di sekolah, kulihat banyak orang yang juga sedang berlarian ke arah sana. Mereka beramai-ramai membawa ember yang berisi air, kelemahanku. Aku mempercepat lariku. Orang yang berlarian ke arah sekolah pun makin banyak. Lalu, aku mendengar teriakan dari arah depan, "KEBAKARAAAAAN!"

Aku melihat kejadian itu di depan mataku. Bangunan sekolah yang sudah menjadi lautan api itu sangat mengerikan. Aku berteriak memanggil Nina dari luar sekolah, tapi tidak ada balasan...


***

Aku sampai di taman depan sekolah.

Taman ini tidak begitu luas. Ada kolam besar di tengahnya yang menjadi pusat taman. Di sekeliling kolam buatan itu, terdapat sekitar 10 bangku kayu yang muat untuk dua orang. Arah jam 3 dari pintu masuk taman, ada hamparan rumput hijau yang biasa dipakai orang untuk piknik.

Aku berjalan ke hamparan rumput itu. Mencari gundukan tanah yang agak menonjol, tempat Nina dikuburkan. Aku harus berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran itu. Punya jiwa kemanusiaan yang tinggi karena mau menolong hewan, sesama makhluk hidup.

Nina adalah seekor kucing hitam berumur 3 tahun, sama sepertiku. Harusnya, sekarang dia sudah berumur 7 tahun. Semenjak kejadian tengah malam itu, aku hidup sendiri. Tetap mencari dua porsi makanan di tempat sampah walaupun aku tahu Nina sudah tidak ada. Selalu mengunjungi taman setiap malam, hanya untuk menemani Nina.

Kebakaran itu, ternyata disebabkan oleh dua orang pencuri yang sedang berada di laboratorium. Mereka ingin mencuri beberapa alat yang baru dibeli pihak sekolah. Kebetulan, Nina sedang menungguku dan berjalan-jalan di lantai dua. Nina lalu mengejar dan ingin mencakar mereka. Karena mereka panik, mereka tidak sengaja menjatuhkan beberapa cairan kimia dalam tabung reaksi, sehingga ledakan itu pun terjadi. Nina ada di situ.

Satpam yang mendengar ledakan itu pun langsung keluar dari pos dan mendapati sekolah sudah terbakar. Sang satpam berlarian minta tolong lalu berteriak, "KEBAKARAAAAAN!"

Teriakan yang waktu itu kudengar. Teriakan paling menyakitkan, karena saat itu Nina sudah tidak ada.


...

Jadi, nggak terlalu jelek kan? 

7 comments:

  1. Bagus, vin. tapi, gue bingungnya, sekolah itu masih dipake gak sih? kalo dipake kok sekolahnya ngeri banget, penjaganya wewe gombel. tapi kalo gak dipake kok ada kata2 ini dibagian ending "Mereka ingin mencuri beberapa alat yang baru dibeli pihak sekolah". apa gue yang bacanya kurang teliti? *bingungsendiri*

    ReplyDelete
  2. Di buat lebih menegangkan aja mas.!

    ReplyDelete
  3. Ok.. My Sassy Girl........ Kalo 3 Idiots emang keren, ngebuka mata hati pelajar banget *halah*. Coba nonton Taare Zameen Par deh.

    Udah cukup bagus lah cerpennya, kirain si Nina itu cewek :V

    ReplyDelete
  4. Haha,, ternyata kucing, kalo bacanya setengah2 gak bakal ketahuan nih.. good job!

    ReplyDelete
  5. hahahaha gw kira manusia.....rupanya kucing .......ba dum tss

    ReplyDelete
  6. kirain kisah seorang anak gadis yang memiliki hewan peliharaan yang setia...wakakakkak

    ReplyDelete


Kevin Anggara © 2014 | Designed by @kevinchoc